Kring kring!!!! Hape berbunyi. Tandanya aku masuk sekolah! Iya aku sekarang sudah kelas 1 SMA. Jam sudah menunjukan jam 05.30. Aku kaget. " KYAAAAA....TELAT GUAAAAA KAAAN" Aku bergegas mandi selama 1 menit lalu aku berlarian sampai dimarahin oleh Ibu dan Ayahku dan disindir oleh Adikku, Kevin
Ibu: " Gimana sih! Dari dulu sama saja. Bangun terlambat mulu."
Ayah: " Aduh.,.....KAMU UDAH SMA MASIH AJA TELAT!"
Kevin: " KAK! Udah berisik, telat lagi untungnya cepet kalau dia kakak lemot? waduh nggak usah bacot teriak2 terus bisa kali"
Sebenarnya mau nyindir si Kevin, cuma..... ngabisin waktu aja sih. Aku menghabiskan waktu 10 menit termasuk makan . Untung aku kemarin sudah mempersiapkan semuanya kalau tidak..... gimana ya... Akhirnya aku pergi ke sekolah dengan motor. Biasanya kan mobil, tapi gara2 setengah jam lagi dan jam itu jamnya macet jadinya naik motor.
Jakarta, 11 Juli. 06.25
Akhirnya sampai juga di sekolah. Kebetulan sekolahku dan sekolah Kevin cukup dekat. Kevin sekarang kelas 5 SD jadi aku dan dia diturunkan ditempat yang sama namun arah yang berbeda. Setelah diturunkan, aku berlari menuju ke sekolah namun saat aku mau sampai ke sekolah tiba - tiba ada yang menabrakku dan hampir mau jatuh beserta tasku. Dan tentu saja, aku marah!
" EH, KALAU JALAN LIAT DEPAN LO DONG!" Namun tiba- tiba aku terkejut, ternyata dia bakal jadi kakak kelasku...... dan balik marah lagi, " EH MANGGILNYA LO GUE LAGI! INGET YA GUE KAKAK KELAS LO YA. JADI, NGGAK USAH SOK! Kali ini saya maafkan" Aku pun langsung menunduk, " Maaf, Kak Rian. Aku nggak sengaja ngomong." Beberapa saat ia mengatakan sesuatu sambil terkejut, " eh!? Kok tahu nama Gue sih!? iya bener nama gue Rian. Kok gue ingetin sama seseorang 5 tahun yang lalu ya?" Aku pun terkejut " Siapa?" Dia diam dan berusaha untuk menganti bahasan. Dia menawarkan diri, " Eh mau nggak gue angkatin tas lo sebagai permohonan maaf" Aku melihat jam dan ternyata, 1 MENIT LAGI!!! " Nggak usah kak. Aku mau buru-buru" Dan beberapa saat bel, KRIIIIIIIING! Dengan buru2 mereka berlari dan secara tidak sengaja Rian mengambil Tasnya. Untung saja, pintunya belum ditutup. Dan ketika dipersimpangan antara Gedung kelas 11 dan kelas 10, Rian mengembalikan tasnya, " Makasih dan maaf nggak sengaja. Kelas gue disitu. Dan gue kasih tahu satu hal: Ini kan jauh berbeda dan mungkin pengalaman tak terlupakan bisa kau alami dan itu berlangsung... selama hidupmu!" Dan Rian langsung pergi
" Isssh apa maksudnya yak. Bilangnya kalau akan jauh berbeda. Kemungkinan besar ada kejadian yang tak terupakan selama hidupmu. Lo sama aja Kayak Iyan. Mukanya hampir mirip. Jangan... jangaaan... udah2 bedaaaa namanya aja beda kwkwkw" Kataku di dalam Hati
Aku memperkenalkan diri sedikit di bab sebelumnya: Namaku Karamidina Kezia Puriany. Panggilan di sekolah, Kezia atau Kara. Tapi, mulai bab ini, aku dipanggil Kara karena Kezia ada di kelasku waktu SMP yang sama namanya " KEZIA". Agar berbeda, dipanggilah " KARA". Aku mempunyai kemampuan Photographi sejak berusia 4 tahun tapi lebih fokus lagi sejak bertemu Ian yang bertaruh dalam Camcara Photography Competition yang berlangsung 6 bulan lagi dari sekarang Kegiatan setiap 5 tahun itu banyak nampilin gambar yang bagus2 dan berkualitas. Dan menjadi Lomba photography terbesar. Walaupun begitu, aku tetap fokus dengan belajar dan menganggapnya sebagai "Kegiatan waktu Luang".
Back to topic, aku berlari dan langsung datang si teman baikku, Rara. Dia ialah bestfriend aku sejak SD dan dia berlari terhadapku, " KARAAAAA KITA SEKELAS LAGIII! CEPETAN BARISNYA! LANGSUNG!" Aku pun tersenyum senang dan langsung teriak lagi untuk kesekian kalinya, "IYA!? SERIUS!? ASIIIIIIKKKKKKK!" Kami berada di kelas XD. Semoga kami betah saja! " Oh ya pacar lo disini ya?" Rara mengejek lagi dan menunjukan nya. " ISHHH Siapa yang suka ya Ra. dih" Dia punya kemampuan ia kuat dalam senua ejekan. Dia tetep sabar, ngk nangis dan bisa membaca tujuan seseorang setiap melakukan sesuatu dih. Hebatnya!
1 Jam kemudian
Setelah baris berbaris selesai, aku dan Rara langsung menuju ke kelas. Kami masih mengobrol saja, " eh tahu nggak sih Fadhan satu sekolah sama kita looh!" Dan gue langsung mengejek, " CIE RARA YANG KETEMU FADHAAANNNN. Kesenangan sih lo!" Fadhan itu sebenarnya temennya temen gue ceritanya kita punya temen les kemudian punya temen yang kebetulan 1 les dan 1 bangku sama Rara waktu test SMA RSBI yang sama2 mereka tidak diterima. padahal Fadhan bersekolah di SMP Negeri yang terkenal menghasilkan lulusan bagus, nem bagus dan masuk SMA bagus seperti sekolahku yang sekarang. Negeri sih -__-. Dan ia suka sama dia! Balik ke topic
Ketika aku sedang mengejek Rara yang mukanya memerah, tiba - tiba saja 2 orang kakak kelas beserta 1 Guru datang. Kami merapikannya, duduk, lalu aku dan teman sekelas memberi salam kepada mereka, " SELAMAT SIANG ADIK2. SAYA RIAN DAN TEMAN SAYA (sambil menunjuk) CLARA AKAN MENJADI KAKAK PEMBIMBING KALIAN SELAMA MOS DAN JUGA BU MULYANI AKAN MENJADI GURU PEMBIMBING KALIAN" Lalu dilanjutkan oleh Kak Clara, " KALIAN HARUS MEMATUHI PERATURAN MOS YANG TADI DIBACAKAN SAAT UPACARA. DAN 1 LAGI KAMI NGGAK AKAN NGERJAIN KALIAN KARENA DI SEKOLAH KAMI BEBAS BULLYING!" Akhirnya mereka mengabsen. Setiap anak harus mengatakan Nama, Asal Sekolah dan Hobi.
Sebelumnya, aku kaget saat itu, " Dia kan yang ketemu sama gue itu tadi pas sebelum bel!?" Kami masih mengobrol. Tiba - tiba, seseorang memanggil namaku ' KARAMIDINA KEZIA PURIANY' Aku tidak mengubris. Dan dia menjawab sekali lagi, " Mana anak yang bernama Karamidina Kezia Puriany?" Rara pun mengoyangkan lenganya dan menepuk bahuku. Aku kaget dan menunjukan tanganku. Dia pun seperti mengomel, " KAMU TUH BUDEG YA! SAYA SUDAH BILANG BERDIRI!" Ya sudah aku berdiri. Mengatakan namaku, asal dan... hobi. Tiba- tiba Kak Rian datang kepadaku dan seperti mau mengatakan sesuatu padaku, " Kamu suka Photography ya? Kamu ikut CPC ngk? Kalau kamu ikut, kamu tanding denganmu! Kita ketemu lagi keempat kalinya! Aku ingin mengatakan sesuatu mungkin ada satu hal yang akan membuat mu bingung dan benda itu mempunyai teka teki yang kuat dan mengingatkanmu pada masa lalu" dan kembali ke tempatnya
" APA MAKSUDNYA AKU NGGA NGERTI!?" Ujarku dan Kak Rian tetap diam dan Gayanya pun seperti Ian, 5 tahun yang lalu. Dari awal sudah menunjukan bahwa Rian adalah Ian tapi... dan Rian tetap melanjutkan absennya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar