Sabtu, 17 Maret 2012

If I.....

      3 tahun terakhir, aku menikmati hidupku yang sekarang. Iya, kehidupan yang menyenangkan. Jauh daripada sebelumnya. Namun, dibalik itu semua, tersisa rasa sakit yang saat ini masih bertengger di dalam pikiran, nurani dan perasaanku. selain itu rasa penyesalan masih membanyangiku. ' KENAPA SEMUANYA TERJADI? AKU TERLALU BODOH MELAKUKAN ITU!' Teriakku dalam hati pada periode masa - masa itu dan setelah menyadari juga tak menyangka bahwa itu terjadi, hal yang kita tak inginkan. Aku hanya bisa menangis di dalam hati. Membayangkan saja udah membuatku nangis!

            Selain itu, masalah lain muncul, Aku masih menempel di masa laluku. Masa yang bahagia. Bersama teman - teman, crush dan keluargaku. Aku sangat menikmati masa - masa itu. Seakan akan I enjoying my life. They are so important for me. I felt that I never had enemies and any bad things. Tidak seperti sekarang. Kemudian aku berkata dalam hati dan pikiranku, "AKU BENCI MASA SEKARANG!! COBA AKU MANFAATKAN WAKTU SEBAIK - BAIKNYA PASTI GAK AKAN SEPERTI INI!!!"

       Penyesalan pasti datang belakangan. Penyesalan membuat nuraniku dipenuhi rasa bersalah. Mereka yang membuatku stuck di satu tempat. Jujur saja, aku tidak suka penyesalan. Tapi, harus bagaimana lagi, nasi sudah menjadi bubur. Aku menjadi stress. Dan hanya bisa membayangi masa - masa itu. Beberapa saat kemudian, aku duduk lalu aku menulisnya dalam selembar kertas. Dengan sepenuh hati, mengeluarkan apa yang aku pikirkan dan rasakan selama periode itu.

AKU MENULIS INI DENGAN PERASAAN YANG JUJUR DAN TULUS MENYATAKAN BAHWA AKU SANGAT MENYESAL ATAS SEMUA KESALAHAN - KESALAHAN DI MASA YANG INDAH, 3 TAHUN LALU.

MULAI DARI BERTENGKAR DENGAN SAHABATKU, ANN YANG KEMUDIAN DIA MEMAAFKANKU TAPI AKU TIDAK MEMAAFKANNYA. DAN SEKARANG IA PERGI BERSAMA KELUARGANYA TAK TAU KEMANA, TANPA KABAR.

KEDUA AKU BELUM SEMPAT MINTA MAAF KE KAKAKKU SEBELUM DIA MENGHEMBUSKAN NAFAS TERAKHIRNYA.

KETIGA AKU KURANG BERGAUL SELAMA DI LINGKUNGAN BARU. MAKLUM SAJA, AKU TIDAK NYAMAN SAMA LINGKUNGANKU INI WALAU MENGAJARKANKU LEBIH BANYAK TETANG KERASNYA KEHIDUPAN SEHINGGA AKU TIDAK MEMPUNYAI BANYAK TEMAN YANG MENYEBABKAN AKU BERKATA MASA YANG TAK INDAH!

DAN MASIH BANYAK LAGI KESALAHAN KESALAHAN. AKU CUKUP SADAR BAHWA ITU SANGAT BEARTI.

JADI WAHAI PARA ILMUAN YANG SELALU INGIN TAHU KEHIDUPAN DARI ZAMAN PURBA SAMPAI ZAMAN KINI DAN KE MASA DEPAN SEHINGGA KALIAN INGIN MEMBUAT MESIN WAKTU. ANDA DAPAT MEMAKAI SAYA SEBAGAI KELINCI PERCOBAAN KALIAN. INI MEMANG LUCU. BUKAN SAYA INGIN MEMBAUT LULUCON. TAPI, SAYA BENAR BENAR MENCOBANYA DAN MENGGUNAKANNYA DENGAN ALASAN MEMPERBAIKI MASALAH SAYA SEHINGGA TIDAK SEPERTI SAYA YANG SEKARANG.

TERTANDA, KENZDY

Aku menangis. Kertas itu sedikit basah akibat air mataku ini. lalu aku bergegas pergi. Menuju kebawah untuk makan. Ibuku heran setelah beliau mengetaui mataku merah,

" Kenzdy, Kamu kenapa? Kamu menangis? Apa yang terjadi?"

Aku berusaha menutupinya. " Tak apa - apa kok"

" Ibu tau maksudmu nak. Ibu selalu tau apa yang kamu rasakan, segalanya tentang kamu. Kadang,  Kita tidak bisa menerima kenyataan bahwa masalah - masalah itu akan terjadi. tapi, kamu jangan terlarut di situ, dan jangan terlalu memikirkan hal itu terlalu jauh. Sebaiknya, kamu harus memperbaikinya."

Aku kaget saat itu. Ibuku memang guru pertama dan terbaik sepanjang hidupku. Walaupun beliau sering membuatku kesal tapi dia selalu tau apa masalahku. Secara reflek, aku memeluknya. " Terima kasih ibu..." Ibu adalah sejarawan terbaik karena dia selalu mau menyebarkan pengalamannya kepada anak - anaknya agar menjadi lebih baik :")

 Setelah aku makan, bergegas ke atas. Tiba - tiba temanku, Livia sedang duduk di tempat tidurku, " Gue pingin ngomong sama lo" Livia mengajakku ke dalam. Dengan muka ketawa sambil mengeluarkan air matanya dia menyatakan sesuatu yang justru membuatku bingung pada awalnya,

" Kenzdyku sayang. Gue ngakak pas paragraf terakhir. Lo mau bikin lulucon yak? Lo pingin jadi kelinci percobaan? "

" Ish kan gue jujur dari hati yang paling dalem say." Aku kesal dengan hal itu

" I know, you wrote it honestly. Dalam surat ini, lo termasuk orang yang bener2 terjebak dalam masa lalu. Hal itu terpengaruh oleh kita ngelakuin hal yang pada akhirnya gak sesuai dengan apa yang kita inginkan. salah satu akibat dari hal ini adalah Penyesalan. By the way, lo ada salahkah sama kedua orang yang lo tulis ini?" Livia menenangkan diri lalu ia menanyakan padaku sambil menunjukan surat itu

Aku mengganguk kemudian aku menceritakan semuanya. Lalu aku menambahkannya " Untuk soal kakakku, aku sempat bertengkar dengannya." Aku mengakui itu

" hmmm. kesimpulannya itu murni kesalahan lo sendiri. Kenapa lo lakuin itu? Apa lo harus menunggu kehilangan dia baru lo raung - raung minta maaf? ITU NAMANYA TERLAMBAT!!!" Livia termasuk orang yang memberikan saran yang paling baik. " Lo seharusnya tidak boleh begitu sama sahabat lo sendiri. Walaupun cuma salah paham. Syukur - syukur yang sekarang yang seperti ini"

     Untuk sarannya kali ini, aku tidak bisa menerimanya. Aku tak ingin mendengarnya!! " Lo mau denger apa gak terserah. Tapi kalo itu sampai terjadi lagi. jangan minta saran gue. Mungkin gue bakal bilang makanya dengerin saran gue atau kedua orangtua lo!!" Tambahnya. Aku takut karena itu, pada akhirnya

" Nasi sudah menjadi bubur. meminta mesin waktu juga percuma.Tuhan ngasih waktu cuma sekali. Manfaatkan waktu dengan sebaik - baiknya. Gue juga pernah seperti lo. Tapi, gue selalu berusaha untuk bangkit dan gak terlarut dalam masa lalu. Relakan dan maafin kesalahan - kesalahan lo maupun dianya. Meski udah entah dimana. LIFE MUST GO ON! ENJOY YOUR LIFE!! AND MOVE ON. Gue gak mau sahabat gue mengulangi kesalahan kesalahan yang sama. Setelah gue tahu masa lalu lo gue baru sadar. Lo seperti ini. tapi gue masih mau jadi temen lo karena sudah berlalu. Baikkan gue? sekarang, gimana caranya lo maafin, relain dan bangkit!"

" Dan satu lagi. Kesempatan pasti ada tapi tak sebaik kesempatan pertama" Tambah Livia

  Livia masih menerimaku??? Dia memang sahabat sejati! Aku sangat beterima kasih padanya. Aku baru sadar setelah dia berbicara seperti itu. Gue mesti bangkit dan keluar dari masa lalu. Aku harus berubah. Demi ke depannya. Aku langsung memeluknya . " Makasih ya...."

      Penyesalan gak bisa kita cegah tapi dapat diperbaiki dengan menjalaninya dan bangkit dari keterpurukan. Hidup harus dijalani dengan baik. Mulai sekarang, aku akan memakai waktu yang sekali ini dengan baik. Jangan disia - siakan!!


*NP: Cerita ini terinspirasi dari Lagu SNSD - Time Machine :) Aku dapet feelnya juga dari situ. Ini hanya cerita, bukan berdasarka pengalaman pribadi. Hanya fiksi!!! :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar